English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label Pekerjaan dan Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pekerjaan dan Karir. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Februari 2011

Leader dan rekan

Ketika atasan sudah menunjuk Anda untuk menjadi seorang leader suatu anak cabang perusahaan, pastikan untuk membuat tim yang solid. Kumpulkan semua rekan, ajak mereka yang memang mempunyai passion mengerjakan hal ini, dan berikan job description yang jelas tanpa nada bossy yang menyebalkan.
sebaliknya anda sebagai bawahan Jangan takut mendapat cap tukang cari muka dari yang lain. Percaya dirilah ketika sedang menjelaskan ide baru dan tersenyum dengan tulus kepada semua rekan. Pastikan Anda selalu mendapatkan inspirasi yang out of the box dan juga orisinil agar tidak dicap sebagai plagiator atau tukang curi ide. dalam kerja tim tidak ada saling bersaing, namun saling melengkapi. jangan menjadi seorang leader yang sok boss, masalah harus dipecahkan secara bersama, hindari menuduh salah satu pihak yang berbuat kesalahan.
ihklas dalam bekerja, menunaikan amanat, pelayanan yang baik terhadap klien/customer. Tunjukkan kecintaan Anda terhadap apa yang sedang Anda kerjakan dengan cara menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik. Dengan begitu rekan kerja yang lain akan menghargai Anda. Jangan lupa untuk selalu membuka diri ketika ada yang bertanya. Intinya adalah jadikan diri Anda inspirasi rekan kerja lainnya.

Rabu, 28 Juli 2010

Survei Profesi Perempuan yang Tak Disukai Lelaki

SIAPA bilang lelaki fine-fine saja dengan segala macam profesi perempuan? Mereka juga punya keberatan pada sejumlah profesi yang digeluti kaum perempuan. Apa saja profesi itu?

1. Wartawan
“Jam kerja wartawan tidak jelas. Memang berangkat bisa agak siang, tapi pulangnya bisa pukul 24.00 sampai rumah, terutama waktu deadline. Itu yang terjadi pada istri saya. Yang bikin repot kalau harus jemput malam-malam ke kantornya yang jauh itu. Padahal, saya sudah mengantuk dan harus berangkat pagi. Hari libur, kadang dia harus masuk kerja karena ada liputan. Benar-benar tak kenal waktu. Untung sejak ada anak, dia mulai mengatur waktu agar tak sering pulang malam.” Asril, 32, Karyawan Swasta

2. Polisi
“Menurut saya, profesi polisi atau tentara terlalu macho buat perempuan. Rasanya aneh melihat perempuan terlalu ‘sangar’ dan dekat dengan bahaya. Tapi ini memang masalah preferensi saja. Alasannya mungkin sama seperti kenapa perempuan suka lelaki berkumis.” Derry, 33, Technical Support

3. Penulis Naskah
“Saya tidak suka pekerjaan perempuan yang jam kerjanya tidak teratur. Misalnya di PH (Production House) entah sebagai sutradara atau yang lainnya. Kebetulan teman dekat saya adalah penulis naskah di PH. Kasihan juga melihatnya. Kalau mau diajak kumpul, susah banget. Giliran dia libur, teman-teman yang lain masuk kerja. Jadi tidak pernah bisa ketemu. Karena pacarnya keberatan, setelah menikah dia akhirnya keluar. Dia sendiri juga sudah capek dan merasa tidak bisa begitu terus kalau punya anak nanti.” Uki, 31, Akuntan

4. Sekretaris Direktur
“Jadi sekretaris direktur di tempat kerja saya ini wah capek. Saya sering melihat teman saya baru pulang pukul 24.00 gara-gara menunggu dan menemani bos meeting. Memang jadwal meeting bosnya padat sekali. Kasihan juga sih. Saya membayangkan kalau dia pacar atau istri saya, wah repot menunggu dia pulang malam hampir tiap hari.” (Budi, 28, Humas)

5. Perawat
“Saya tidak terlalu suka perempuan yang kerjanya dengan shift seperti perawat atau bagian produksi. Main jobperempuan itu kan, pendidikan di rumah. Kalau dia kerja, pasti kerjanya lebih berat dari lelaki. Bayangkan, pulang kerja mesti mengurus keluarga, dan rumah. Kalau shift, konsepnya jadi tidak jelas.” Dino, 37, Product Designer

6. Penyanyi Klub
“Pokoknya yang berhubungan dengan kehidupan malam, meskipun si perempuan tidak tersangkut paut dengan pekerjaan nista itu, saya tidak suka. Misalnya, waitress atau penyanyi di klub malam. Saya tidak suka pekerjaan yang memberi efek negatif pada perempuan, baik secara langsung maupun tidak.” Santo, 29, Editor

7. Programmer
“Memang profesi ini membuat perempuan terlihat cerdas. Jarang lho, perempuan paham soal ini. Sayang, gara-gara memikirkan program, dia jadi lupa dandan, haha... Dan itu banyak saya lihat di lingkungan kerja saya.” Dwinanto, 30, Staf IT

8. PNS
“Profesi yang satu ini terkesan, maaf, pemalas. Saya sering melihat banyak pegawai negeri perempuan sering plesiran di mal pada jam kerja atau pulang cepat. Sepertinya tidak ada pekerjaan saja di kantor.” Arya, 29, Advertising

9. SPG
“Menurut saya, pekerjaan ini menghambat perkembangan kecerdasan. Bagaimana tidak, kerjanya hanya menunggu pembeli tanpa banyak berpikir, kan?

inilah.com

Sabtu, 24 Juli 2010

Meningkatkan Konsentrasi Kerja

Keberhasilan Anda dalam menyelesaikan setiap pekerjaan sangat dipengaruhi oleh konsentrasi Anda dalam bekerja. Karena dengan konsentrasi yang terbagi maka akan buyar sehingga mustahil Anda dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Sebelum mulai kerja, persiapkan terlebih dahulu semua bahan dan data yang akan Anda gunakan untuk bekerja. Hayati dan kuasai prosedur kerja sehingga saat Anda bekerja Anda tidak akan bingung dan bertanya ke sana kemari. Jangan lupa untuk membuat jadwal dan prioritas kerja. Artinya jangan mengerjakan beberapa tugas dalam waktu bersamaan. Selesaikan tugas yang paling penting lalu beralih ke tugas berikutnya.

Meja kerja yang berantakan juga mempengaruhi kualitas kerja Anda. Jadi Anda atur meja kerja Anda dengan rapi dan organisasikan peralatan dan bahan-bahan kerja diatas meja dengan baik. Sehingga saat Anda membutuhkan maka Anda tidak perlu buang-buang waktu untuk mencari peralatan dan bahan kerja tersebut.

Hindari suara atau bunyi-bunyian yang mengganggu. Seandainya Anda ingin mendengarkan musik sebaiknya nyalakan dengan volume yang rendah. Karena suara-suara yang berisik bisa mengalihkan perhatian Anda.

Pusatkan perhatian hanya pada pekerjaan yang sedang Anda lakukan. Usahakan saat mengerjakan suatu tugas, jangan memikirkan hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

Hindarikan diri Anda dari gangguan-gangguan yang tidak perlu seperti interupsi telepon yang tidak penting, obrolan rekan kerja Anda dan tamu yang tidak diundang.

Hal yang tidak kalah penting untuk berkonsentrasi adalah kesehatan. Dengan kondisi tubuh yang prima Anda dapat lebih berkonsentrasi tanpa terganggu oleh rasa sakit yang membuat Anda menderita. Karena itu, jangan lupa menjaga kesehatan agar Anda lebih berkonsentrasi dalam bekerja dan berpikir.

Dengan melakukan hal-hal tersebut diatas dapat membantu Anda meningkatkan konsentrasi kerja. Tapi tentu saja Anda harus melakukannya dengan sungguh-sungguh.

Jumat, 23 Juli 2010

Tips Kesehatan Untuk Wanita Kantor

Dari pagi hingga sore bahkan malam, kerja dan kerja terus. Hati-hati! Jaga kesehatan dengan beberapa tips berikut ini:
  1. Jalan-jalan keluar. Walau itu hanya perjalanan singkat saat makan siang atau berkeliling gedung kantor, keluar dari tempat kerja adalah bagian penting dalam hari-hari kerja. Aktivitas ini bisa menjaga tubuh agar tidak kelelahan dan memastikan tubuh memperoleh cukup vitamin D dari sinar matahari
  2. Pilih kursi yang sempurna. Tak perlu kursi senyaman lazy boy agar efektivitas kerja tinggi, yang penting ergonomis, bisa diatur kemiringan sandaran dan ketinggiannya. Walau terdengar sepele, postur yang baik bisa menjaga kondisi tubuh. Sudah dapat kursi yang pas? Ingat jangan silangkan kaki dan bungkukan badan
  3. Lindungi mata. Menatap layar komputer sepanjang hari jelas bisa membuat mata menderita. Kering, iritasi, sakit kepala dan pandangan buram. Tanggulangi semua ini dengan lebih sering mengambil istirahat dari layar. Bila memungkinkan pilih flat screen. Semakin tinggi kualitas dan tajamnya gambar pada layar, semakin ramah untuk mata.
  4. Tambahkan tanaman. Kantor biasanya sumpek karena aliran udara yang terhambat. Menambahkan tanaman bisa digunakan untuk mengatasi kondisi ini. Lagipula menambahkan unsur alam di dalam ruangan banyak manfaatnya, tubuh jadi segar dan kantor lebih terlihat menarik.
  5. Pencahayaan. Jenis pencahayaan bisa mempengaruhi banyak hal, mulai dari kemudahan untuk mengawasi bahan untuk pekerjaan sampai mood. Bila memungkinkan pilih pencahayaan alami dari jendela. Bila tidak, pilih lampu dengan spektrum penuh yang bisa bantu mengganti kurangnya sinar matahari yang dibutuhkan kulit.
  6. Pengaturan keyboard. Menggunakan komputer saat bekerja berarti melakukan gabungan gerakan berulang dari jemari dan telapak tangan serta posisi punggung dan leher yang harus selalu tegak,dan tanpa disadari menyebabkan cedera otot. Untuk mengatasinya pastikan posisi lengan dan tangan dalam posisi nyaman di keyboard. Lakukan peregangan bisa tubuh mulai terasa kaku.

Senin, 19 Juli 2010

Sukses di Rumah, Sukses di Kantor

VIVAnews - Setiap wanita bekerja pasti ingin rumah tangga dan kariernya berjalan seiring dan sukses. Namun tak jarang, karena beban pekerjaan yang seperti tiada habisnya, rumah tangga terbengkalai dan munculah konflik yang tak jarang dapat mengancam keutuhan bahtera perkawinan.

Ada banyak faktor yang mendorong seorang wanita untuk bekerja. Faktor ekonomi adalah yang paling mendominasi. Karena satu sumber penghasilan dirasa kurang mencukupi, wanita memutuskan untuk menutupi kekurangan itu dengan bekerja. Ini tentu saja harus diacungi jempol, namun jika akhirnya tujuan yang baik tersebut berbuah bencana, tentu saja menjadi tidak baik.

Lalu bagaimana agar wanita dapat sukses dalam berkarier dan dalam membina rumah tangga? Berikut tipsnya:

1. Berbagi peran
Salah satu peran wanita adalah pendamping suami dan pengurus rumah tangga, sedangkan pria sebagai kepala rumah tangga yang bertugas sebagai nahkodakeluarga. Ketika wanita bekerja memiliki karier dan jabatan yang tinggi tetap saja mereka harus tetap menghargai suaminya sebagai pemimpin dalam keluarga walaupun tidak jarang jabatan ataupun kariernya mungkin lebih rendah dari istrinya di perusahaan. Ketika wanita mulai mengabaikan perannya, biasanya bencana pun mulai muncul.

2. Manajemen waktu dengan baik
Tak dapat dipungkiri wanita karier relatif lebih repot membagi waktu dibanding pria. Sebab, di saat akan berangkat bekerja, wanita harus terlebih dahulu mengurusi anak-anak yang akan berangkat ke sekolah, dan suami yang juga akan bekerja. Saat di kantor pun kadangkala wanita harus tetap menjalin kontak dengan anak-anak agar mereka tetap dapat dikontrol, meskipun anak-anak diasuh oleh babysitter. Karenanya, jalani manajemen waktu dengan baik. Pastikan bahwa pekerjaan Anda di kantor tidak mengurangi tanggung jawab di rumah. Begitupula sebaliknya.

3. Hindari kegiatan tidak penting
Lingkungan kerja bisa saja memberikan pengaruh yang kurang baik, karena di lingkungan itu biasanya ada saja figur yang dapat memberikan pengaruh negatif dengan gaya hidupnya yang cenderung hanya membuang-buang waktu, seperti clubbing, hang out hanya untuk sekadar cuci mata dan bergunjing, dan lain-lain. Jika keluarga di rumah membutuhkan Anda, sebaiknya Anda pulang dan berkumpul dengan mereka daripada menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak perlu.

4. Sediakan waktu khusus
Kedekatan, keakraban, dan keintiman dapat terjaga jika selalu ada kebersamaan. Karenanya jika di antara kesibukan di kantor terdapat waktu luang, manfaatkan untuk keluarga. Lebih baik lagi jika pada hari Minggu atau hari libur, Anda tanggalkan semua kesibukan yang berkaitan dengan pekerjaan di kantor, dan fokus untuk keluarga. Jika pada hari libur pun Anda sibuk bekerja, suami dan anak-anak akan kecewa. Ini juga pangkal retaknya rumah tangga.

Selamat mencoba, karena hasil akhir yang berkwalitas dimulai dengan implementasi yang berkwalitas (Quality Implementation /QI).
Info lebih lengkap silahkan klik www.thecoreaction.com, www.qi-leadership.com atau email info@thecoreaction.com • VIVAnews

Kamis, 15 Juli 2010

Membangun Citra Diri Positif

Jika sudah tercoreng, reputasi buruk akan menimbulkan kerugian secara fisik dan materi. 
VIVAnews - Di tengah gempuran pemberitaan media tentang maraknya kasus Luna Maya - Ariel - Cut Tari yang bertubi-tubi belakangan ini, kita seperti diingatkan kembali tentang pencitraan diri.
Harga sebuah reputasi memang mahal. Secara marketing, seorang event organizer akan segera menghitung berapa kerugian yang diderita oleh trio Luna Maya - Ariel - Cut Tari secara fisik dan materi karena kasus yang mendera mereka.

Menurut Amalia E. Maulana, Ph.D, seorang Brand Consultant senior dari Etnomark Consulting, ibarat sebuah merek produk, diri kita sendiri juga adalah sebuah merek yang harus dijaga reputasinya. Bila reputasi sudah bagus dan terpercaya, seseorang kemudian bisa merencanakan beberapa pengembangan diri agar cita-cita hidup yang belum tercapai bisa segera diraih.

"Sebuah merek itu mahal sekali, sama seperti sebuah pencitraan diri untuk seseorang. Maka itu, kita perlu menjadikan diri sendiri lebih baik lagi sebagai seorang profesional yang bernilai lebih di lingkungan mana pun kita berada," kata Amalia di Jakarta baru-baru ini. "Bukan cuma produk yang perlu menjaga imej, diri seseorang juga perlu di-branding atau yang disebut 'I-Brand'."

'I-Brand' atau 'I' atau 'Aku' sendiri seirama dengan personal brand, yaitu diri seseorang adalah objek yang dipromosikan. Dalam hal ini, bukan hanya tokoh tertentu atau public figure yang bisa di-branding, seseorang yang ingin meningkatkan citra diri juga bisa memanfaatkan 'I-Brand' demi goal yang hendak diraih dalam peningkatan karier atau mewujudkan mimpi-mimpi pribadi.

Seseorang memang tidak harus menjadi selebriti atau public figure untuk mempunyai sebuah 'I-Brand' yang solid. Strateginya adalah pembinaan diri untuk menajdi seseorang yang punya nilai tinggi di mata rekan atau lingkungan sekitarnya.

"Strategi 'I-Brand' yang dikelola dengan baik, bisa menjadikan seseorang profesional lebih bernilai di mata rekannya yang terdiri dari teman sekerja, atasan, lingkungan di mana yang bersangkutan berada atau di mata para head hunter di pasar tenaga kerja," kata Amalia.

Mengelola I-Brand memang tidak bisa dilakukan sambil jalan atau sekadarnya. Perencanaan strategi yang baik serta pelaksanan yang disiplin akan membuat tujuan yang direncanakan sampai pada waktunya.

Cara Ampuh Mengkritik Karyawan Sensitif

VIVAnews - Setiap orang pasti pernah berbuat salah. Jika orang tersebut adalah orang terdekat atau yang berada di lingkungan Anda, tentunya Anda ingin memberikan kritik yang membangun untuknya. Dengan maksud, orang tersebut tidak lagi mengulangi kesalahan sama di masa mendatang.

Namun pada kenyataannya, tidak semua orang bisa menerima kritik. Ada yang menanggapinya secara dingin, acuh tak acuh, atau bahkan berbalik membenci Anda. Untuk menghindari hal-hal tersebut, Anda perlu mengetahui teknik melontarkan kritik tidak langsung kepada orang di sekitar Anda, termasuk bawahan yang masuk dalam kategori sensitif.

Fase 1: Anda Luar Biasa!
Pada Fase awal ini Anda diwajibkan untuk memberikan pujian secara tulus atas segala hal positif yang telah ia lakukan selama ini. Katakan padanya bagaimana Anda menghargai hasil jerih payahnya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, berkerja dengan penuh tanggung jawab dan lain sebagainya.

Dalam fase ini, semua yang keluar dari mulut Anda sebaiknya adalah hal-hal positif yang berhubungan dengan pekerjaannya sehari-hari termasuk juga hal-hal yang nantinya akan Anda kritik.

Jika Anda dihadapkan pada situasi yang tidak memungkinkan bagi Anda untuk melihat hal-hal positif dalam pekerjaannya, mungkin saja karena Anda memang masih seringkali berfokus pada mencari-cari kesalahannya saja. Perlu Anda sadari, semua manusia pasti ada hal baiknya.

Fase 2: Bagaimana agar lebih baik?
Pada fase ini Anda bisa mengajaknya untuk bersama-sama mencari cara untuk meningkatkan hal-hal positif tadi agar lebih baik lagi. Bisa juga Anda berkilah baru saja membaca sebuah artikel tentang cara meningkatkan loyalitas pelanggan, dan lain sebagainya, sesuai dengan hal yang ingin Anda kritik.

Dengan mengunakan trik ini, posisi kesalahan bukan berada di pundaknya sehingga lebih mudah baginya untuk menuruti Anda karena tidak bersingunggan langsung dengan egonya.

Selamat mencoba, karena hasil akhir yang berkwalitas dimulai dengan implementasi yang berkwalitas (Quality Implementation /QI)

Rabu, 14 Juli 2010

11 Kesalahan Wanita Di Dunia Karir

Seperti halnya kaum pria, wanita pun seringkali meremehkan kemampuan mereka sendiri, khususnya dalam hal karier. Tanpa sadar, ini justru akhirnya akan merugikan diri mereka sendiri. Coba teliti, apakah Anda termasuk orang-orang yang "hobi" menyabotase karier Anda sendiri, dengan menyimak beberapa kesalahan yang seringkali dilakukan wanita seperti di bawah ini:

1. TERLALU RENDAH MEMATOK STANDAR
Kaum wanita seringkali memasang standar yang kelewat rendah, sehingga akhirnya merugikan diri sendiri. Bahkan dengan kemampuan kerja yang sangat baik pun, seringkali mereka justru menempat-kan diri mereka terlalu rendah. Contohnya, Wati yang sangat jago komputer, tapi enggan menawarkan posisi yang berkaitan dengan keahliannya itu. Ia lebih suka duduk di meja staf administrasi misalnya, ketimbang mengisi posisi di bagian teknologi informasi.
2. TIDAK MEMINTA TOLONG
Perempuan adalah makhluk yang paling suka meminta tolong. Lihat saja, ketika salah jalan, mereka akan dengan getol bertanya kepada siapa pun yang mereka jumpai, sementara pria lebih suka mencoba mencari jalan sendiri. Anehnya, ketika mereka sedang mencari pekerjaan, perempuan lebih suka membungkam mulut. Sementara kaum pria justru doyan bercerita pada setiap orang bahwa mereka sedang mencari pekerjaan.
3. LUPA CANTUMKAN KELEBIHAN
Seringkali para wanita tidak menerangkan dengan jelas kemampuan mereka pada bidang yang mereka geluti. Sementara kaum lelaki justru seringkali membesar-besarkan kemampuan yang sebenarnya hanya mereka kuasai sedikit. Ingat, ada perbedaaan yang jelas antara melakukan sesuatu lebih dari yang bisa dilakukan dengan tidak menuliskan kemampuan yang sebenarnya memang Anda miliki
4. PESIMIS
Kaum hawa seringkali tidak secara maksimal mempelajari sesuatu. Sementara kaum adam lebih bersemangat dan hampir selalu mengatakan "Ya, kami sanggup." Bukan berarti kaum laki-laki berbohong, lho. Optimisme ternyata memang lebih penting daripada apa yang sudah didapat dari pengalaman. Manakah yang akan Anda pilih, seorang yang opimis atau seorang yang pesimis?
5. MEMILIH PASIF
Memilih ditelepon daripada menelepon duluan hanya berlaku untuk hubungan yang tidak bersifat profesional. Menunggu diajak kencan seorang pria memang baik, tetapi jika Anda sedang melamar pekerjaan atau tengah mengincar klien baru, tak ada salahnya menelepon lebih dulu, sekedar untuk mengetahui perkembangan berikutnya. Ini juga menunjukkan seberapa besar semangat dan minat Anda pada bidang kerja itu.
6. MENJADI SI “SERBA BISA” SAAT INTERVIEW
Terkadang, saking semangatnya, kita melakukan hal-hal yang kelewat banyak saat wawancara. Memang betul, pada saat wawancara, si pewawancara ingin mengetahui sebanyak mungkin tentang diri Anda. Namun, Anda tetap harus jelas mengutarakan kemampuan dan keinginan Anda pada pekerjaan yang Anda minati tersebut.
7. JANGAN RAGU BERNEGOSIASI
Tentu saja, perusahaan yang sedang membuka lowongan mempunyai patokan gaji dan budget untuk karyawan baru. Tetapi tetap terbuka kemungkinan bagi Anda untuk mengajukan tawaran mengenai gaji yang Anda inginkan. Kenyataannya, hampir tidak ada perusahaan yang tiba-tiba membatalkan tawaran lowongannya hanya karena calon pegawai perempuannya meminta gaji yang lebih tinggi dari yang ditawarkan, bukan?
8. TIDAK MEMANFAATKAN KESEMPATAN
Seandainya Anda akhirnya tidak mendapatkan pekerjaan tersebut, sementara Anda sebetulnya sangat ingin bekerja pada perusahaan atau proyek tertentu, tak ada salahnya meminta kesempatan di mana Anda dapat bekerja magang alias tidak dibayar. Kesempatan ini harus Anda manfaatkan untuk memperlihatkan kemampuan dan bakat­bakat yang Anda miliki.
9. TIDAK TAHU ALASAN
Apa yang Anda lakukan ketika Anda gagal masuk seleksi penerimaan karyawan baru? Jika yang Anda lakukan adalah menelepon dan mencari tahu penyebab kegagalan Anda, maka langkah itusangat tepat. Paling tidak, Anda tahu kekurangan dan kelebihan Anda, sehingga bisa lebih mempersiapkan diri jika suatu ketika mengikuti tes masuk di perusahaan lain. Jadi, setiap kali usai diwawancara, tanyakan atau sampaikan kepada si pewawancara apakah Anda boleh tahu alasan kegagalan Anda.
10. TAKUT MENGULANG KEGAGALAN
Banyak di antara kaum wanita yang sering merasa terpukul ketika gagal menjalani wawancara, bahkan takut mengulangnya kembali. Padahal, mengulang-ngulang kegagalan dan terus-menerus mengingatnya justru akan semakin mengasah keterampilan Anda menghadapi tes masuk kerja.
Jika Anda merasa telah melakukan kesalahan, belajarlah dari kesalahan itu. Tetapi jangan mengulang-ngulang kesalahan itu hanya untuk menyesali diri. Jika Anda merasa sudah melakukan yang terbaik, katakan pada diri Anda bahwa Anda sudah melakukan yang terbaik
11. TINGGAL DI RUMAH BUKANLAH PEKERJAAN
Tugas sebagai seorang ibu rumah tangga bukanlah pekerjaan. Pendapat seperti itu sama sekali tidak benar, apalagi bahwa tinggal di rumah sebagai ibu dianggap tidak bisa meningkatkan kemampuan sebagai individu. Tahukah Anda bahwa sebagian besar ibu-ibu yang tinggal di rumah justru merasa selalu harus belajar dan menambah ilmunya? Anda juga harus sadar bahwa profesi seorang ibu sebenarnya juga merangkap sebagai manajer keuangan, karena harus mengatur budget rumah tangga.
http://id.shvoong.com

Minggu, 11 Juli 2010

Sukses dalam Berkarir

Untuk menjadi karyawan andalan perusahaan, Anda bukan hanya harus mencapai target tapi melebihinya. Satu kunci yang harus Anda pelihara dengan baik yaitu kepercayaan. Memiliki kepercayaan dengan reputasi yang jempolan bisa melancarkan jalan karir Anda. Untuk itu ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dan lakukan dengan baik-baik. Ada jurus-jurus jitu yang bisa Anda lakukan untuk mengejar cita-cita Anda menjadi karyawan. Berikut tips yang bisa bermanfaat bagi Anda.
1. Anda harus punya nilai tambah pada setiap tugas Sebagai karyawan tentu saja setiap hari Anda harus memenuhi job description yang telah ditetapkan. Ternyata melengkapi semua pekerjaan itu belum cukup membuat Anda dianggap sebagai karyawan yang bisa diandalkan. Yang perlu Anda lakukan adalah membuat pekerjaan Anda berada di atas standar. Beri nilai tambah bagi setiap tugas yang Anda berikan. Misalkan Anda seorang fotografer. Bukan hanya syarat tuntutan gambar saja yang harus Anda selesaikan. Tapi coba berikan pilihan ide-ide terbaik Anda kepada atasan. Sehingga Anda dinilai sebagai karyawan yang kreatif. Biasakan berpikir kreatif
2. Pandai mencari solusi
Untuk hal yang satu ini Anda dituntut untuk selalu bersikap proaktif. Carilah solusi sebanyak mungkin untuk semua permasalahan yang ada di kantor. Jangan membawa masalah. Tak perlu berpikir keras untuk mendapatkan solusi terbaik. Berpikirlah dengan kepala yang jernih dan tak harus hebat, tapi cukup sederhana. Solusi sederhana akan lebih efisien karena mudah dilakukan dan tak memakan banyak waktu terbuang.
3. Tugas tambahan, siapa takut!
Tak perlu ragu untuk menerima tugas tambahan. Jangan takut dianggap penjilat atau sok sibuk. Semua yang Anda lakukan sepenuhnya demi kepentingan perusahaan. Siapa yang tidak senang bisa bekerja dalam perusahaan yang kian hari semakin meningkat. Hal ini tentu saja beresiko bagi Anda. Anda harus siap kerja lemburuntuk menyelesaikan tugas Anda dan tambahannya. Jangan lalaikan kewajiban Anda.
4. Mampu bekerja dalam tim
Ajaklah rekan dalam tim Anda untuk bekerjasama. Bekerja secara individual tak menjamin hasil yang terbaik. Jangan sungkan untuk mengajukan ide cemerlang Anda kepada tim. Biasanya bekerja bersama bisa menambah ilmu bagi kita. Jika rekan tim kita memiliki ide yang brilian jangan lupa untuk memujinya di depan atasan. Bukankah menyenangkan memiliki rekan kerja yang bisa menerima pendapat orang dan rendah hati.
5. Selangkah lebih maju
Berpikirlah secara positif dan ciptakan suasana yang menyenangkan ketika Anda berada di kantor bersama rekan-rekan kerja Anda. Jangan bawa permasalahan pribadi dalam pekerjaan. Jika suasana hati sedang tak enak, pakailah baju berwarna terang untuk meningkatkan mood kerja Anda. Anda pun perlu menjadi orang yang dinamis dan mengikuti tren perubahan jaman. Setiap bidang pekerjaan yang kita geluti pastinya mengikuti perubahan jaman. Anda harus siap menghadapi perubahan tersebut.
6. Profesional setiap saat
Citra diri dan citra perusahaan sangat bergantung pada penampilan Anda. Anda tak akan pernah tahu akan bertemu siapa hari ini. Jika sewaktu-waktu ada tamu penting Anda pun harus siap. Tapi juga Anda harus sesuaikan penampilan Anda dengan karakter diri, jangan berlebihan. Ingat kesan pertama itu penting, jika Anda siap setiap saat Anda pasti akan percaya diri.

Tips Sukses di Segala Tempat

Waktu luang Anda dihabiskan untuk mengurus keperluan kantor? Bekerja secara maksimal di satu bidang ada baiknya, namun Anda juga harus memperhatikan kegiatan lain Anda. Keluarga, kerabat, sahabat dekat juga membutuhkan Anda. Ingin sukses di segala tempat? Simak tips berikut ini:
1. Buat batasan yang jelas
Ada beberapa hal kecil yang harus Anda perhatikan jika ingin sukses meraih semua. kehidupan Anda. Yang pertama adalah Anda harus menetapkan batasan. Jangan terus-terusan absen dalam acara penting keluarga atau berkumpul dengan teman. Hal ini bisa membuat Anda terasing dari keluarga dan kerabat. Jadwalkan waktu pulang Anda. Tetapkan date line Anda untuk setiap pekerjaan. Jika sudah waktunya pulang maka pekerjaan itu akan menjadi PR yang menumpuk esok hari. Dengan demikian Anda akan lebih teratur dan kinerja kerja jadi lebih produktif.
2. Sadar diri
Ingat Anda hanyalah wanita biasa, bukan jagoan wanita yang bisa mengerjakan semua tugas sendirian. Jangan ragu untuk mendelegasikan tugas pada rekan kerja atau meminta bantuannya. Dua kepala akan mudah menghasilkan solusi. Anda perlu rekan, ingat sebagai makhluk sosial Anda tak bisa hidup sendiri.
3. Kualitas dan kuantitas, penting!
Pastikan selama jam kerja berlangsung Anda fokus pada pekerjaan yang harus Anda selesaikan. Gunakan setiap menit dengan efektif. Jika Anda bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya Anda tak perlu lagi sering lembur di kantor. Selain membuat pekerjaan Anda terselesaikan dengan tepat waktu, jika Anda fokus hasilnya juga akan lebih bagus.
4. Lupakan urusan kantor
Jangan terallu sering membawa pekerjaan pulang ke rumah. Selepasnya dari kantor tinggalkan urusan pekerjaan. Inilah saatnya Anda mengistirahatkan hati dan pikiran dari segala urusan pekerjaan. Habiskan liburan Anda dengan acara keluarga atau pergi berenang dengan kerabat ada bagusnya juga. Istirahat bisa membuat Anda segar kembali dan siap menyelesaikan tugas selanjutnya di kantor.